Archive for Mei 19th, 2007
Lelaki tanpa Matahari (12)
Setelah beberapa kali aku menekan redial, akhirnya ada juga yang mengangkat telepon itu. Dari ujung telepon seluler terdengar suara serak Amelia, seperti usai menguras tangis. “Maafkan adek, bang. Tadi teleponnya memang dipinjam Kak Wati.” Baca entri selengkapnya »
Lelaki tapa Matahari (11)
Kurasa malam belum begitu larut. Setidaknya, jarum jam belum menajukkan pukul 00.01 dini hari ketika aku terjaga dari tidur yang diselimuti kegelisahan. Dari balik jendela aku menyaksikan kunang-kunang meliuk di atas setangkai kembang. Malam melempar pesan lewat jemarinya yang dingin. Dan, tiba-tiba aku ingat pesan singkat dari Amelia yang mampir ke handphoneku tadi sore. Kuraih HP dan segera meneleponnya. Baca entri selengkapnya »
