Jagung Bakar di Balik Senyum Wanita Muda

PIYOOOH….piyoooh (mampir-mampir). Sapaan ramah seperti itu kerab terdengar saat pengendara mobil maupun sepeda motor melintas di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di areal persawahan Desa Pucok Alue Rheng, sekitar lima kilometer arah barat pusat kota Bireuen, NAD.

Senyum mengoda sejumlah wanita yang rata-rata berusia belia, coba menebar pesona. Mereka berusaha memikat para pengendara agar mampir menikmati jagung bakar di warung yang ditunggunya.

“Jangan berdagang kalau tak pandai tersenyum.” Kalimat bijak itu telah tertanam di hati wanita penjual jagung bakar di kawasan itu. Dan, pemandangan itu sudah berlangsung lama di lokasi tersebut.

Menurut beberapa warga setempat, tradisi menjual jagung itu telah berlangsung lebih kurang delapan tahun lalu. Setiap sore, sekitar pukul 03.00 WIB para wanita penjual jagung terlihat telah siap dengan dandanan menor dan wajah tersolek rapi dengan bibir merah merona.

Wardiah, 18, misalnya. Gadis penjual jagung itu mengaku usai sekolah, tanpa istirahat, dia rutin melakukan pekerjaan ini. Meski capek, apa boleh buat, pekerjaan itu dilakukan guna membantu orang tua dalam membiayai sekolahnya. “ Saya memang tidak bekerja sendiri. Yang nyiapin jagung-jagung ini orang tua saya. Saya cuma membakar dan menjual saja,” tutur Wardiah.

“Kenapa yang jualan jagung ini harus wanita seperti Wardiah?” pancing Harian Aceh.

“Ha…ha..ha…” dengan sedikit tertawa Wardiah mengaku, “kalau laki-laki yang jual, ngak laku bang.”

Apa yang diakui Wardiah juga dikatakan Yanti, 30, ibu rumah tangga yang juga penjual jagung asal Desa Leupok. “Pernah dulu ada yang jualan itu laki-laki, seharian dia nongkrong tanpa pembeli,” tuturnya dengan sedikit tertawa, “saya sendiri meskipun sudah jadi ibu harus bisa bersikap seperti anak gadis. Saya juga pakai pelayan anak gadis untuk bantu jualan.”

Pantauan Harian Aceh, sedikitnya 40 pondok penjual jagung berjejer di sepanjang jalan. Ukuran pondok tersebut juga bervariasi, tergantung luas lahan yang mereka miliki. Pondok yang sangat sederhana dengan posisi memanjang di pinggiran jalan itu umumnya terbuat dari kayu seadanya dengan atap daun rumbia.

Menurut sejumlah pedagang, beberapa waktu lalu Pemda Bireuen pernah membantu mendirikan tempat tersebut. “Namun rata-rata telah dibangun ulang oleh masing-masing pedangang karena sudah rusak,” sebut pedagang lainnya.

Yanti juga mengisahkan, sebelum konflik hasil dagangan jagungnya cukup untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Namun, saat konflik kegiatan ini sempat terhenti. “Daerah ini sering terjadi kontak senjata antara TNI dan GAM. Malah tempat saya pernah dibakar. Saya terpaksa mengeluarkan uang Rp200 ribu untuk bangun lagi,” kisah Yanti.

Sekarang, setelah damai Aceh terwujud, lokasi itu kembali ramai. “Malah kalau malam minggu sampai pukul 01.00 WIB masih ramai anak–anak muda,” lanjut Yanti. Hasilnya lumayan, per hari masing-masing penjual jagung bisa mencapai Rp200 ribu.

Tradisi menjual jagung Pucok Alue memang telah dikenal. Bukan hanya di Bireun saja, bahkan ke beberapa daerah lain di Aceh. Pesona senyum penjual jagung tentu menjadi lumrah bila itu suatu cara untuk memikat pelanggan. Namun, bukan pesona seperti yang dilakukan wanita nakal di kota besar untuk memikat “si hidung belang”. Ya, senyum wanita penjual jugung sebatas sedekah. Sebab, senyum itu memang sedekah. Semoga saja begitu!(audy)

Iklan

2 thoughts on “Jagung Bakar di Balik Senyum Wanita Muda

  1. linda

    yup setuju
    senyum itu sedekah tapi kalo senyum itu tulus dari dalam hati
    lain ceritanya kalo senyum itu hanya utk menggoda
    btw, makasih ya doanya semoga dikabulkan, amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s