“Tulip Oranye” Kehilangan Warna Asli

Pasukan “Oranye” Belanda memang menang 1-0, berkat gol Giovanni Van Bronckhorst saat menghadapi Slovenia di Petrol Arena, Kamis (29/3) dalam kualifikasi Euro 2008. Namun penampilan tim Belanda sekarang, permainannya tidak seindah tim-tim asuhan pelatih terdahulu, seperti Rijkaard atau Guus Hiddink. Apalagi untuk disamakan dengan mahaguru sepakbola Belanda, Rinus Michels.

Kemenangan ini memang kian mengokohkan posisi Belanda sebagai penguasa Grup G dengan nilai 14 dari enam kali tanding. Perubahan peringkat terjadi di urutan dua. Rumania yang menang 3-0 atas Luxembourg, menggeser Bulgaria yang hanya bermain tanpa gol dengan Albania. Rumania kini mengoleksi nilai 11, sementara Bulgaria terpaut dua angka.

Tim Oranye bisa meraih 3 angka penting, setelah tiga hari sebelumnya di kandang sendiri ditahan Rumania 0-0 di Rotterdam.

Meski menang, banyak pihak tetap memberikan kritikan pada tim Belanda. Mereka menyebut di bawah kepelatihan Van Basten, tim Oranye kehilangan ciri khas sepakbola indah dan dinamis, serta varitif dalam menyerang. Total football kehilangan jati diri, keindahan kembang tulip Oranye tak lagi jadi memori di hati banyak penggemar sepakbola dunia. “Kembang tulip Oranye” kehilangan warna aslinya. Penampilannya saat lawan Slovenia, kaku dan monoton dalam menyerang.

“Kami ingin meraih kemenangan dan menuju babak sasaran, bukan sekedar sepakbola indah yang jauh harapan,” kata Van Basten membela diri.

Selepas kegagalan di Piala Dunia 2006 di Jerman, banyak suara sumbang menghendaki pelatih yang mantan pemain AC Milan itu diganti. Belanda memang terlihat lebih mendominasi dibanding tuan rumah. Namun beberapa peluang di depan gawang, gagal diselesaikan penyerangnya. Sedangkan Slovenia mampu memberikan perlawanan keras bahkan beberapa kali membuat kiper Edwin van der Sar bekerja keras menyelamatkan gawangnya.

Menjelang 10 menit terakhir Slovenia bahkan tampil lebih agresif dan terus menyerang. Tetapi tanpa diduga sebuah serangan balik dilakukan Belanda pada menit ke-85 Gio yang tidak terkawal di depan kotak penalti, melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Bola meluncur deras dan dua kali membentur pemain belakang lawan, sehingga kiper Slovenia Samir Handanovic tidak bisa membaca arah bola yang masuk ke gawangnya.

Namun keunggulan Belanda bisa bertahan juga berkat andil besar Van der Sar. Kiper Manchester United itu melakukan penyelamatan penting di masa injury time saat Belanda berada dalam tekanan.

Inggris
Sementara dalam pertandingan penting lainnya, Inggris mencatat kemenangan penting atas Andorra 3-0. Kemenangan ini membuat posisi pelatih Inggris Steve McClaren untuk sementara aman. Meski demikian tuntutan pendepakan dirinya tidak serta merta lenyap.

Inggris mengakhiri rekor tak pernah menang dalam lima pertandingannya dengan menekuk Andorra pada lanjutan babak kualifikasi Euro 2008 di Barcelona, Kamis (29/3) dinihari WIB. Tiga gol tak berbalas itu dicetak Steven Gerrard (2) dan David Nugent.

Walaupun belum dalam posisi aman di klasemen Grup E, Inggris kini membuka peluangnya lagi untuk lolos ke Austria-Swiss. Cerita akan berbeda jika The Three Lions gagal menundukkan Andorra. Selain mengecilkan peluang, tekanan terhadap McClaren pun dipastikan makin deras. Sebelum ini saja ia dituntut mundur oleh sebagian fans.

Apaboleh buat ketidakpuasan terhadap kinerja McClaren sudah terlanjur mengakar. Di menit-menit akhir pertandingan melawan Andorra, sebagian suporter Inggris masih saja meneriakkan kalimat “kami ingin McClaren keluar.”

Menanggapi situasi itu McClaren mengatakan, “Anda tak mungkin menyenangkan semua orang dalam sebuah pertandingan.”

McClaren dengan suara lebih lunak menyebut, fans Inggris berhak merasa frustasi atas hasil 0-0 di Israel akhir pekan lalu. Tapi hari ini para pemain telah berusaha sekuat tenaga untuk mengobati luka tersebut dan berhasil. “Anak-anak telah memberikan semuanya. Mereka terus berusaha dan memperlihatkan keberanian, dan mendapat ganjarannya,” tukas McClaren.

Berkat kesuksesan itu, gelandang Inggris, Owen Hargreaves pun menekankan kalau McClaren memang sosok yang tepat membesut Three Lions. Salah satu bukti yang dikemukakan gelandang Bayern Munich itu adalah kata-kata inspirasional dari mulut sang pelatih pada jeda turun minum. Menurut Hargreaves yang cukup terkesan dengan ucapan McClaren tersebut, motivasi itulah yang membuat Inggris mampu mencetak tiga gol pada babak kedua.

“Manajer melakukan pekerjaan yang hebat pada waktu jeda. Dia menemukan kata-kata yang tepat untuk memotivasi tim dan membuat kami terus berjuang. Dia bilang, ‘teruslah maju, kita akan mencetak gol dan menciptakan peluang.’ Itulah yang perlu kami dengar,” ungkap Hargreaves seusai pertandingan.

Oleh karena itu, Hargreaves pun meminta kepada pihak yang meragukan McClaren agar dapat bersabar dan memberi kesempatan kepada pelatih tersebut. Kalau Inggris bisa bangkit di babak kedua melawan Andora berkat ucapan McClaren, niscaya kebangkitan yang sama dapat terjadi di kualifikasi Euro 2008. “Kami menang 3-0 di saat yang sulit. Haruskah dia tetap menangani Inggris? Pasti!” tandas Hargreaves.

Saat ini Inggris sudah meraih 11 poin berkat tiga kali menang, dua kali imbang dan sekali kalah. Inggris kini menduduki peringkat tiga klasemen sementara, berselisih dua poin dari pemuncak klasemen Kroasia. Dua pesaing kuat lainnya adalah Israel dan Rusia yang mencatat jumlah poin sama dengan Inggris.(p2i)

Iklan

2 thoughts on ““Tulip Oranye” Kehilangan Warna Asli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s