Arsip Bulanan: Mei 2007

Wartawan, Reformasi dan Kutu Busuk

Sungguh naas dan memalukan bagi kami, terlebih para kepala Puskesmas yang berhasil “diperas” oknum wartawan, yang membawa bawa nama Harian Aceh. Wartawan Saf, alias Iwan, berhasil menilep jutaan rupiah, dari kepala Puskesmas di Banda Aceh dan Aceh Besar, atau bahkan mungkin dari banyak fihak lain yang belum kita ketahui. Baca lebih lanjut

Lelaki tapa Matahari (11)

Kurasa malam belum begitu larut. Setidaknya, jarum jam belum menajukkan pukul 00.01 dini hari ketika aku terjaga dari tidur yang diselimuti kegelisahan. Dari balik jendela aku menyaksikan kunang-kunang meliuk di atas setangkai kembang. Malam melempar pesan lewat jemarinya yang dingin. Dan, tiba-tiba aku ingat pesan singkat dari Amelia yang mampir ke handphoneku tadi sore. Kuraih HP dan segera meneleponnya. Baca lebih lanjut

Moral Kita, Kiamat!

Kita saat ini tengah dilanda degradasi moral. Akibat agama kini hanya dijadikan simbol. Rasa bersalah dan malu telah dikalahkan oleh “kenikmatan” dunia, berupa materi, jabatan dengan segala kemewahannya.

Lihat saja penyelewengan terjadi di mana mana, tanpa merasa bersalah, tanpa malu. Kemarin di Aceh, Mantan Ketua Bappeda Agara diduga “sikat” setoran pajak negara, Dinas Perikanan Pidie dituding “tilep” dana rehab tambak, oknum anggota BRDA “sunat” bantuan korban konflik. Baca lebih lanjut

Lelaki tanpa Matahari (10)

Kubiarkan Wati tidur di kamar. Sedangkan aku memilih tidur di sofa. Namun, sepanjang malam aku terus gelisah. Pikiranku mengembara, ingin menembus dinding kamar, tempat Wati tertidur pulas. Bayangan gadis itu terus mengusik alam sadarku. Akh, kucoba mengusir pikiran itu jauh-jauh. Kubenamkan wajahku ke sofa. Aku berharap, cepat tertidur dan terbuai mimpi indah. Baca lebih lanjut