Teror Aceh

Di Lhokseumawe dan Langsa, kantor Partai Aceh (PA) dibakar. Cara dan waktu pembakaran nyaris sama, baik terhadap kantor Dewan Pimpinan Gampong (DPG) PA di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, maupun kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PA Langsa Timur.
Kejadian serupa juga dialami kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Kabupaten Bireuen, subuh kemarin. Bahkan, teror terhadap kantor PA yang berada di Jalan Banda Aceh-Medan di Desa Meunasah Blang, Kota Juang itu lebih ganas lagi. Kantor tersebut digranat orang tak dikenal (OTK), Rabu (17/9) sekira pukul 04.30 WIB.
Rentetan teror tersebut, menimbulkan kerusakan atau tidak, merupakan upaya-upaya menodai proses perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh. Kalau hal ini dibiarkan, dikhawatirkan akan tumbuh dan mengakar kembali bibit-bibit kekacauan baru di Aceh. Tentunya sesuatu yang tidak kita inginkan.
Dalam konteks ini, lagi-lagi masyarakat Aceh terbelah suaranya. Ada yang menduga teror tersebut dilakukan oleh orang-orang PA sendiri sebagai sebuah trik untuk memperoleh simpati publik. Ada pula yang menduga aksi itu sebagai bentuk ketidaksetujuan sebagian mantan kombatan terhadap pembentukan PA. Karena selama ini disebut-sebut ada kelompok mantan GAM yang tidak sependapat dengan teman-temannya yang akan terjun ke ranah politik praktis.
Di sisi lain, ada juga yang menduga bahwa kelompok penebar teror itu didalangi para pejabat pemerintah pusat, sebagaimana pernyataan Juru Bicara DPP Partai Aceh Adnan Beuransyah.
Menurut dia, beberapa waktu lalu pejabat dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI pernah menyatakan bahwa jika Partai Aceh menang pada Pemilu 2009 di Aceh, maka Aceh akan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
“Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa kelompok yang selama ini meneror Partai Aceh adalah bentukan pejabat Pemerintah Pusat di Jakarta,” kata Adnan di hadapan sejumlah wartawan, kemarin.
Terlepas dari berbagai persepsi tersebut, tentu kita tidak menginginkan kekacauan atau teror semacam itu terulang lagi di Aceh. Apalagi kekacauan menyangkut persiapan Pemilu 2009 yang akan berimbas langsung pada kehancuran masa depan Aceh.
Karena itu, semua pihak harus menahan diri demi keberlangsungan perdamaian di Aceh. Kepada aparat kepolisian, tentunya harus mengusut tuntas rentetan aksi teror itu sehingga kekhawatiran akan lahirnya konflik baru di Aceh bisa diantisipasi bersama, sedini mungkin.
Selain itu, keberhasilan Pemilu 2009 di Aceh sangat membutuhkan kerjasama dari semua elemen masyarakat. Kondisi lingkungan yang aman dan kondusif merupakan variabel terpenting yang juga turut menentukan keberhasilan tersebut. Karenanya, masyarakat juga harus menjaga lingkungan dari sasaran teror orang-orang tak bertanggung jawab itu.

Iklan

2 thoughts on “Teror Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s